Well, it’s just a simple CUDA program written in MFC framework. Continue reading
try being
humble more and more….
errors in cuda 4.0
I’m just trying the cuda 4.0 on my macbook. And, as usual, i’m too lazy to read the “what’s new” page or doc. Just go straight to test it until got stuck with the errors..
Here, I’ll list any kind of errors i experienced with, and hopefully it’ll come along with solution..
First, i’m trying to compile an old simple code. This code was fine using cuda 3.2, but when I compile it using cuda 4.0, this kind of error comes out..
cudaLK.o:1203:53: warning: null character(s) ignored
cudaLK.o:1203:101: warning: null character(s) ignored
cudaLK.o:1203:112: warning: null character(s) preserved in literal
cudaLK.o:1203:112: warning: missing terminating ' character
cudaLK.o(1): error: unrecognized token
whoaa… wtff… this forced me to read the programming guide, again..
Finally, when my eyes went to nvcc section, I got the clue… It looks like nvidia change the format of nvcc command.. In earlier version, simple nvcc command was
nvcc -c <cudacodefile>.cu -o <cudacodefile>.o
But for cuda 4.0, you don’t need to define the object file. nvcc will automatically define the object file based on the .cu file name. So, it should be simply..
nvcc -c <cudacodefile>.cu
to be continued later..
hujan bulan Juni
……….
tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu
…………
by Sapardi Djoko Damono
get EAGLview screenshot with transparency in landscape mode
this is NOT mine actually. the original source can be found at the end of this post. i post here just for helping people who may need it. so they don’t need to spend whole day for “googling” this like i did.
the key to get the transparency is this line:
CGBitmapInfo bitmapInfo = kCGImageAlphaPremultipliedLast;
now, this is the complete method. NOTE: this is for landscape mode (480 x 320), if you want in portrait, simply modify the size.
- (UIImage*) getGLScreenshot {
NSInteger myDataLength = 480 * 320 * 4;
// allocate array and read pixels into it.
GLubyte *buffer = (GLubyte *) malloc(myDataLength);
glReadPixels(0, 0, 480, 320, GL_RGBA, GL_UNSIGNED_BYTE, buffer);
// gl renders "upside down" so swap top to bottom into new array.
// there's gotta be a better way, but this works.
GLubyte *buffer2 = (GLubyte *) malloc(myDataLength);
for(int y = 0; y <320; y++)
{
for(int x = 0; x < 480* 4; x++)
{
buffer2[(319 - y) * 480 * 4 + x] = buffer[y * 4 * 480 + x];
}
}
// make data provider with data.
CGDataProviderRef provider = CGDataProviderCreateWithData(NULL,
buffer2, myDataLength, NULL);
// prep the ingredients
int bitsPerComponent = 8;
int bitsPerPixel = 32;
int bytesPerRow = 4 * 480;
CGColorSpaceRef colorSpaceRef = CGColorSpaceCreateDeviceRGB();
/***************** to handle the transparency/alpha ******************/
CGBitmapInfo bitmapInfo = kCGImageAlphaPremultipliedLast;
//CGBitmapInfo bitmapInfo = kCGBitmapByteOrderDefault;
/*********************************************************************/
CGColorRenderingIntent renderingIntent = kCGRenderingIntentDefault;
// make the cgimage
CGImageRef imageRef = CGImageCreate(480, 320, bitsPerComponent,
bitsPerPixel, bytesPerRow, colorSpaceRef,
bitmapInfo, provider, NULL, NO, renderingIntent);
// then make the uiimage from that
UIImage *myImage = [UIImage imageWithCGImage:imageRef];
return myImage;
}
Source: www.iphonedevsdk.com
shiva3d causes memory leaks on iphone
if you are working with shiva3d game engine on iphone, you may notice two memory leaks once you convert the runtime package (.stk file) to xcode project using shiva authoring tools.
the memory leaks are
1. related to AudioToolbox framework
2. related to NSString
for the first one, i have no idea how to resolve it, since it was related to one of ios frameworks, and even google didn’t know
.
and for the second, it seems the authoring tools forgot to release a dynamic NSString variable. see the image below. red rectangle is the suspect variable that you could find in initWithCoder method of S3DEngine_EAGLView class (blue rectangles). to resolve this, simply release the variable as shown in green rectangle.
Tak Tertulis Untukku (8)
April 2005. Kata orang-orang di Eropa tengah, April merupakan bulan ternyaman. Inilah puncak musim semi. Suhunya pas, kata mereka. Tak dingin, tak juga panas. Bahkan Frank Sinatra bilang, “April in Paris”, dalam satu lagunya. Menggambarkan romantisme di bulan April. Tapi kalau menurutku, Frank terlalu berlebihan dalam hal ini. Lebay, kata orang Jawa..(eh ??? whatever lah..) Yah, dia ga pernah tinggal di Indonesia sih. Lebih tepatnya tak pernah berkuliah di kampus Ganesha. Hehe..
Di kampus ini, bulan April merupakan titik awal dimulainya masa puncak kesibukan, khususnya bagi mereka yang hendak lulus pada term Juli. Pada bulan ini, segala penelitian TA diharapkan sudah mendapatkan hasil. Untuk selanjutnya, konsentrasi bisa beralih pada penulisan TA. Dan penulisan TA sendiri bukan perkara mudah. Apalagi bagi orang-orang yang terbiasa bergaul dengan angka-angka. Merangkai kata-kata bisa jadi lebih sukar ketimbang persoalan aljabar geometry pada ruang Euclid dimensi tiga. Belum lagi soal aturan-aturan penulisan sebuah karya ilmiah. Berpotensi menciptakan infinite looping antara posisi komputer, printer, dan ruang pembimbing. Melelahkan memang. Continue reading
Tak Tertulis Untukku (7)
Tepat pukul 04.30 shubuh. Selesai sholat shubuh bareng Rama di mushola jurusan. Tira, Irda, dan kawan-kawan lain sudah kembali ke kostan masing-masing sejak pukul 03.00 tadi. Karena sudah malas jalan, beberapa kawan lebih memilih tidur di himpunan. Bagi aku dan Rama tidur di himpunan seperti sudah menjadi rutinitas. Biasanya kami baru kembali ke kostan setelah shubuh, untuk sekedar mandi, ganti baju, dan kemudian kembali lagi ke kampus. Tapi sepertinya hari ini, setelah di kostan aku ingin tidur lagi hingga pukul 08.00, karena kuliah baru dimulai pukul 09.00. Lumayanlah,.. menambah jam istirahat mata yang baru tertutup satu setengah jam.
Aku dan Rama saat ini tinggal sekostan. Kami menyewa sebuah bilik kecil yang terdiri satu kamar tidur dan satu kamar mandi seharga tiga ratus ribu perbulan. Tempatnya tak jauh dari kostan Aria. Rumah itu jarang sekali kami tempati. Kami gunakan hanya untuk mandi dan ganti baju. Untuk urusan cucian, biasanya kami serahkan ke Bibi, yang biasa bekerja di kostan Aria. Tapi sepertinya ini bulan terakhir kami menyewa rumah ini. Mulai bulan depan aku berencana pindah kostan. Rama juga begitu, tapi mengingat ia berencana untuk wisuda bulan Juli, sepertinya ia akan memilih menjadi penghuni tetap di himpunan. Fasilitasnya lumayan, ‘kehangatan sepanjang malam’ (weizz..zeh..! karena tidurnya rame-rame, kaya sardine kaleng, hehe..), internet 24jam, televisi, dan paket ngalong game online, dan itu semuanya gratis, tanpa bayar sepeser pun. Paling, tinggal nyari tempat nitip cucian. Continue reading
basah..
tadi malam hujan. deras sekali. rumah-rumah basah, jalanan basah, semuanya basah. begitu juga dedaunan. juga ranting-ranting..
eeeh, kantong gw masih “kering” !
Tak Tertulis Untukku (6)
Akhir Maret 2005, Study Hall. Malam ini aku dan beberapa kawan terpaksa begadang di kampus, karena besok pagi adalah deadline pengumpulan tugas kelompok KS Terapan II. Dua Ruang Diskusi telah ditempati oleh dua kelompok lain. Jadi, terpaksa aku, Tira dan Irda memilih berada di Study Hall. Sementara Aria, sejak seminggu yang lalu ijin kepada kami untuk pergi ke Surabaya, katanya ngebantuin temennya ngerjain suatu proyek. Tadinya aku kesal, karena sepertinya dia ga menghargai kelompok ini, dan hanya mikirin duit. Tapi ketika dia bilang bahwa proyek itu untuk bayar tunggakan SPP, aku jadi ga tega. Jadilah aku yang mengerjakan tanggung jawabnya dalam tugas kelompok ini, karena aku juga merasa ga enak ama Tira dan Irda. Dia emang ga ngejelasin proyek apa, tapi kemarin ketika menonton berita di TV tentang rakernas salah satu organisasi kepemudaan di Surabaya, sekilas aku melihat Aria berdiri di luar barisan gerombolan massa yang sedang berdemo. Mmm..mungkin itulah kegiatan di luar kampus yang sering diutarakannya selama ini. Syukurnya, Tira dan Irda tidak suka menonton berita. Tira bisa mengerti dengan alasan SPP yang diungkapkan Aria. Sedang Irda bisa mengerti karena Aria berjanji menraktir pizza sepulangnya. Continue reading
“mengakali Tuhan..”
Terkadang aku sering berpikir begini, Tuhan bekerja dengan cara yang aneh..
Sejak kecil hingga sekarang, aku merasa bahwa aku sering diberi dan dihadapkan pada hal-hal yang sebenarnya tidak aku inginkan..
Dalam artian, misalkan ada 2 pilihan, A dan B, lalu kemudian aku menginginkan A, sangat-sangat menginginkan A, hingga berdoa siang malam agar mendapatkan A,.. lalu yang terjadi kemudian adalah aku malah mendapatkan B dengan sempurna, tak ada tanda-tanda nyaris mendapatkan A.. sungguh telak sekali..
Contoh lain, misal aku tidak menyukai sesuatu, bahkan bisa jadi membenci sesuatu.. nah, pada satu kesempatan yang akan datang, aku justru dihadapkan atau ditempatkan pada hal-hal yang tidak aku sukai tersebut.. mau tidak mau aku harus beradaptasi dengan hal yang tidak aku sukai tersebut.. yah ibarat pukulan yang berbalik arah ke muka sendiri.. sungguh telak sekali..
Boleh saja kalian berpikir, Continue reading
Tak Tertulis Untukku (5)
Rabu malam, 23.58 WKA (Waktu Kost-an Aria, ket : WKA=WIB+20 menit).
“Kalau rumus 3.1 ini datangnya kan dari rumus jumlah maksimum titik pada konstruksi Graf Moore, Ya..”.
“Iya,.. itu gw ngerti.”, kata Aria.
“Nah, trus kalo p bar ini dari mana yak ?..”.
“Kemaren tuh gw sempet utak-atik,.. kalau misalnya kita turunin balik pake S di rumus 3.1 itu, dapet persamaan kayak gini nih,.. Tapi masalahnya, ini ni persamaan apa ?.. Gw ga tau, kayanya ada konsep lain yang ga dijelasin di paper ini.”, terang Aria.
“Ha aa, mentok dah..!”
“Bilang gitu ajalah ke Ibu besok.. Lagian kita kan baru TA 1.. ntar juga seminar ga dimasukin kan ??..”
“Iya sih,.. yaudahlah.”
Seperti biasa, ketika dua otak ini tak lagi bisa diajak kompromi, pembicaraan tentang TA pun terpaksa harus dihentikan, daripada ntar ‘mimisan’ malem-malem?!?!.. trus dikira ‘vampir’ kejedot tiang ?!?!.. kan lebih baek mencegah fitnah.. hehe… Dialog selanjutnya tentang.. ehm ! Continue reading
Tak Tertulis Untukku (4)
Pertengahan Maret 2005. Sedang duduk tertegun dalam kelas KS Terapan II. Memandang kosong coretan persamaan numerik dari Bu Sri di papan tulis. Tadi kuliah dibuka dengan keluhan dari Bu Sri. Penyebabnya adalah hasil nilai Kuis 1 yang brantakan. Hanya beberapa orang yang mendapatkan nilai yang sesuai dengan harapan. “Abis soalnya beda jauh ama soal tugas sih Bu?”, protes seorang kawan. “Tapi kan materinya sudah saya sampaikan semua,.. Dibaca ga catatannya ? Ga kan ??.. Ato malah ga nyatat, jangan-jangan..”, balas Bu Sri. “Ya kan, kami kira kuisnya mirip ama tugas, Bu.. Ibu sih ga bilang..”, kata kawan yang tadi beralasan. “Kalo saya sih Bu, emang alasan terakhir yang Ibu bilang,.. hehe..”, dalam benakku. Ga tau kenapa belakangan ini agak malas nyatet bahan kuliah. Bahkan otak pun mulai sulit diajak kompromi untuk konsentrasi. Hhh…
Kuliah hari ini ditutup dengan pemberian tugas kelompok yang harus dikumpulkan dalam 2 minggu. Hanya bedanya kali ini untuk tiap-tiap 2 kelompok diminta untuk melebur jadi satu kelompok, sehingga setiap kelompok terdiri dari 4 orang. Aku dan Aria masih belum tau akan bergabung dengan kelompok mana. Jujur saja, kami sebenarnya agak kurang PeDe untuk mengajukan diri bergabung dengan kelompok lain. Kelompok lain pasti akan enggan, karena melihat kami tak memiliki tanda-tanda berpotensi baik di matakuliah ini, hehe.. Continue reading
Tak Tertulis Untukku (3)
Masih di bulan dan tahun yang sama. Hanya pagi yang berganti. Minggu ini rutinitas kesibukan karena tugas, dimulai. Beberapa teman agak mengeluhkan karena kelabakan membagi konsentrasi antara tugas kuliah yang seabreg dan deadline progres TA dari dosen pembimbing. Sekarang Lab jadi tempat nongkrong paling populer. Sebagian besar meja diisi teman-teman seangkatanku dan hanya pada jam-jam tertentu meja-meja tersebut diisi oleh kawan-kawan angkatan bawah untuk praktikum. Belajar bareng di Rudis (ruang diskusi) dan Study Hall, jadi pemandangan rutin pada jam-jam istirahat. Kadang aku jadi tergiur untuk ikut larut di dalamnya, tapi segera saja aku merasa bosan. Usaha Lina mengajakku untuk bergabung cukup aku hargai, tapi itu tadi, rasanya akan lebih betah untuk kubaca bila bahan itu terpampang di layar monitor komputerku.
Dalam pandanganku, mungkin hanya empat orang di angkatanku yang tampak santai. Dua orang pertama adalah Lee dan Iwan. Mereka telah menyelesaikan semua syarat yang diperlukan untuk keluar dari kampus ini, dan awal bulan depan sudah bisa mengikuti seremonial pelepasan sarjana atau wisuda. Sesuatu yang prematur menurutku. Terlepas dari itu, mereka memang pantas mendapatkannya, sebagai imbalan atas kegigihan dan kerja yang mungkin jauh lebih keras dibanding aku dan kawan-kawan lainnya. Dua orang santai lainnya adalah aku dan Aria. Bukan karena kuliah telah kami selesaikan, tapi justru sebaliknya, karena banyak yang harus diulang, jadi tak perlu buru-buru menurut kami, hehe.. Continue reading
Tak Tertulis Untukku (2)
”Duaaarrr !!”, suara lengking ni cewe bikin kaget dan sekaligus membuyarkan sederet lamunanku tadi. Dia adalah Lina, salah satu teman seangkatan.
”Heh, ngagetin.. Dari mana ?”, tanyaku.
”Hehe..Adi siy.. are gene ngelamun,.. Abis dari GKU Lama, kuliah. Ngapain siy ?, ngelamunin Lina yak ?! hihi..”
“Hoo.. Kaga. Ini nih si Aria lama bener, katanya mo ngadep Bu Ria, bimbingan.. tapi jam segini blon dateng-dateng..”
“Lha, kan ada teknologi sms, Di ?”
“Hee,.. lg abis pulsa.”
“Nih, pake hp Lina.”
“Beneran ni,..”, ucapku sambil mengambil sodoran hp. Heh, jadi kaga ke ibu?Buruan gila..! -Adi-, isi sms terkirim ke Aria.
“Dah, makasih yah, Lin..”, ucapku mengembalikan hape miliknya.
“Eh, Di, ntar setengah empat anterin Lina ke gerbang depan lagi yah ?”
“Hari ni ngajar ? Ya dah, tapi ntar pinjem motor dulu ya.. ”
“Iyaah. Eh, ini dibalas Aria, jadi, aku dah di gerbang belakang.”
“Gerbang belakang ??, berarti satu kilo dari gerbang belakang,.. Haa.. paling baru naik angkot tuh anak.”
“Hihi.. kok gitu ?”
“Iyah, biasanya gitu. Gara-gara keseringan bergaul ama orang politik tuh. Temenmu tuh Lin..”
“Yee.. kan temen Adi juga. Satu TA lagi.”
Untuk sesaat percakapan menjadi hening. Continue reading
Tak Tertulis Untukku (Repackage)
Ini sebenarnya cerita lama. Gw bikin iseng-iseng sekitar 4 tahun yang lalu di blog fs gw. Idenya gw ambil dari kejadian-kejadian yang dialami temen-temen seangkatan gw. Yaa.. sedikit banyak ada jg lah pengalaman-pengalaman gw masuk disitu..
Awalnya, gw tulis buat nyemangatin temen gw,.. namun belakangan gw sempet ga enak, karena ternyata kenyataan yg terjadi jauh berbeda…
Nah, sekarang-sekarang ini,.. gw liat temen gw dah mulai “hidup” lagi.. jadi gw pikir kayaknya menarik jg kalo diterusin. Bukan maksud bikin sakit hati atau apa, tp sepertinya seru juga bernostalgia. Setidaknya bisa bikin tersenyum.
Ya sudah, simak aja.. ini ceritanya…
****************************************************************
Februari 2005. Awal semester baru di kampusku. Semester ini mungkin merupakan semester terakhir bagi sebagian besar teman seangkatanku. Tapi sepertinya tidak bagi ku. Tak terasa, hampir empat tahun sudah aku berada di kampus yang katanya kampus terbaik di negeri ini. Perasaan baru kemarin aku mengikuti masa orientasi studi mahasiswa baru atau biasa disebut OS. Hari-hari indah namun sekaligus cukup menyeramkan bila diingat-ingat lagi. Indah karena pada masa itu, aku menemukan lingkungan baru, teman-teman baru dengan karakter beraneka, dan sekaligus awal petualangan baru hidupku.
Namun cukup menyeramkan karena push up kepal, merayap, lompat, lari, berguling, jadi menu rutin untuk hampir enam bulan. Tampang jutek senior dan wajah seram swasta (singkatan dari mahasiswa tingkat akhir, diatas senior) jadi sajian utama setiap pertemuan. Teriakan-teriakan, ”Adi !! lelet kamu !!” dari senior, selalu bikin kuping panas, namun kemudian celetukan swasta, ”Pecel kali,.. lelet..!”, bikin perut sakit nahan ketawa. Singkatnya OS indah untuk dikenang, tapi tidak untuk diulang.
Tapi justru masa-masa itu yang membuat teman-teman seangkatan jadi lebih akrab. Bahkan keakraban tersebut banyak memunculkan kisah cinta yang cukup menarik untuk jadi tema diskusi, eh nggosip tepatnya. Mulai dari hubungan misterius Aria-Putri, ’cinta sebelah tangan’ Danang ke Dewi, hingga munculnya organisasi ilegal SFC yang berisi lelaki pengagum wanita kalem nan ayu bernama Sari. Parahnya, akulah salah satu penggagasnya, hehe.. Continue reading
formula penentuan Fedora codename
sebenernya dah cukup lama penasaran dengan, bagaimana fedora menentukan codename setiap kali rilis ? sebelum ini yang gw tau fedora team akan menggelar voting di fedora project setelah menemukan beberapa kandidat codename.. tapi yang bikin gw penasaran, itu kandidat codename gimana nyarinya? apa cuma sekedar menerima masukan doank, trus pas dirasa kedengaran keren, dimasukkan lah nama tersebut sebagai kandidat ?? atau ada ketentuan-ketentuan lain ??…
selama ini sih penasaran tapi ga terlalu tertarik buat cari tau.. seperti kata Mas Shakespeare, apalah arti sebuah nama.. hehe.. nah akhir-akhir ini baru kepikiran buat nyari tau.. dan akhirnya nemu..
ternyata,.. Continue reading
hasil review the stats helper monkeys..
cuma merhatiin hasil review ini,.. ada fakta menarik ternyata…
ternyata diperoleh kesimpulan:
- banyak orang indonesia yang mencoba memanfaatkan google untuk mencari kata-kata ataupun ucapan ulang tahun..
- pengunjung blog ini adalah (kebanyakan) mereka yang nyasar setelah memasukkan keyword “kata-kata ulang tahun” di google..
- tentu saja mereka akan masuk ke laman ini terlebih dahulu.. hehehe..
dan karena fakta tersebut, iseng-iseng coba mencari tau via google sejauh mana kata-kata ulang tahun gw itu tersebar.. dan hasilnya, woww !!.. mulai dari yang persis banget hingga varian-variannya.. tak apa, gw seneng..
matematika dan lulusannya..
tulisan yang sama yg gw post di masukitb.com..
————————————————————————————————————————————-
ga tau kenapa tiba-tiba pengen nulis ini.. sedikit cerita tentang dunia Matematika ITB dari sudut pandang gw pribadi.. tentu saja didasarkan pada rentang tahun 2001 – 2006,.. mudah-mudahan isinya tak banyak berubah dengan keadaan sekarang, dan bisa sedikit mencerahkan..
kalau gw ditanya kenapa dulu gw milih matematik, terus terang gw ga tau gimana jawabnya…
gw ga punya alasan apapun.. sama sekali.. waktu itu gw baru lulus SMA, dan gw ga mau mengotori otak gw dengan hal yang berat-berat tentang bayangan masa depan..
gw cuma mikir simple,.. gw suka matematik sejak SD, dan kemudian guru matematik SMA gw juga nyaranin gw untuk milih Matematika ITB,.. jadi, yaudah gw pilih itu.. dan Matematika ITB bener-bener pilihan pertama gw..
gw ga pernah mikirin karir gw nanti seperti apa dan bagaimana.. dan sama seperti kebanyakan orang, termasuk orangtua gw, satu-satunya karir lulusan matematika yang gw tau saat itu cuma guru atau dosen.. tapi waktu itu gw ga peduli..
gw suka matematik, gw pilih Matematik ITB, titik !
setelah lulus dan mulai kuliah, Continue reading
2010 in review
The stats helper monkeys at WordPress.com mulled over how this blog did in 2010, and here’s a high level summary of its overall blog health:

The Blog-Health-o-Meter™ reads Wow. Continue reading
Test Wordmobi on My Satio
Hello WordPress !!
Posted by Wordmobi


