korn shell

Posted in langkah demi langkah on November 14, 2009 by m teguh satria

tab instead of typing in ksh
set -o vi-tabcomplete

ga bisa tidur

Posted in gerot, langkah demi langkah with tags , , on November 12, 2009 by m teguh satria

ga tau kenapa tiba2 kebangun jam 1 an.. ga ada kerjaan, jadinya ngoprek tampilan desktop.. setelah sejam ngutak ngatik hasilnya jd gini… :D

kdedesktop

Fedora 11 + KDE 4.3.2 with Plasma

catatan:gpfs on linux

Posted in jejak kuli with tags , , on November 12, 2009 by m teguh satria

cuma catatan installasi gpfs di linux nodes (client side)…

  1. make sure ssh connection between gpfs server and client.. kalau perlu tambahkan “StrictHostKeyChecking no” pada sebuah file “config” dalam folder “.ssh”
  2. install gpfs base rpm
    gpfs.base-3.3*.rpm
    gpfs.gpl-3.3*.noarch.rpm
    gpfs.msg.en_US-3.3*.noarch.rpm
    gpfs.docs-3.3*.noarch.rpm
  3. install gpfs update rpm
  4. building gpfs portability layer… it needs package kernel-smp-devel-<uname -r>.EL
    cd /usr/lpp/mmfs/src
    make Autoconfig
    export SHARKCLONEROOT='pwd'
    make World
    make InstallImages

    this will build some binaries in /usr/lpp/mmfs/bin
  5. at the server side, add client for gpfs service
    mmaddnode 'uname -n'
  6. at the client side, run mmstartup

copy user profile

Posted in jejak linux with tags , on November 10, 2009 by m teguh satria

ng-duplikat user profile.. hal kecil di linux, tapi sering lupa.. jd dicatet biar gampang nyarinya..
contoh: profile kde display..

profile kde display tersimpan dalam folder .kde.. jadi supaya tiap user punya tampilan yang sama, isi folder .kde harus sama..

dari user yang jadi source, simpan .kde dalam tar:
# tar -cvf kdesetting.tar .kde
ubah previledge .tar file
# chown : kdesetting.tar

selanjutnya copy-kan kdesetting.tar ke semua user’s home.. lalu login dengan user target, dan
# tar -xvf kdesetting.tar
maka otomatis folder .kde di user target akan sama dengan user source..

ini juga berlaku buat profile2 lain di user’s home.. .mozilla, .thunderbird, .purple, dll….

alhamdulillah.. akhirnya..

Posted in fbo, jejak computing, jejak gpu programming, jejak linux, jejak parallel, jejak thesis, langkah demi langkah, nvidia cuda, vbo with tags , , , , , , , on July 8, 2009 by m teguh satria

pict: icare3d.org

pict: icare3d.org

selesai jg perjuangan 2 tahun disini.. eh, blom bener-bener selesai sih sebenarnya, masih ada beberapa revisi dan urusan administrasi.. :D tp yah paling ga, dah lebih lega.. hehe

Sedikit review soal thesis gw,..
Judul thesis: “A Study of Parallel Implementation of Tsunami Simulation on GPU“,
biasa aja sih sebenarnya.. :D intinya, cuma tentang bagaimana menerapkan paralelisasi pada kasus simulasi Tsunami dengan memanfaatkan paralelisme GPU.. jadi fokus utama thesis ini ada pada paralelisasi dan GPU..

kalau simulasi tsunami, itu cuma kasus doank.. karena perhitungannya cukup kompleks dan data wilayah yang digunakan cukup luas.. jadi cocok buat bahan observasi… :D

kalau ditanya tentang apa itu paralelisasi.. Read more »

Tak Tertulis Untukku (2)

Posted in langkah demi langkah on July 1, 2009 by m teguh satria

(cerita sebelumnya)

”Duaaarrr !!”, suara lengking ni cewe bikin kaget dan sekaligus membuyarkan sederet lamunanku tadi. Dia adalah Lina, salah satu teman seangkatan.
”Heh, ngagetin.. Dari mana ?”, tanyaku.
”Hehe..Adi siy.. are gene ngelamun,.. Abis dari GKU Lama, kuliah. Ngapain siy ?, ngelamunin Lina yak ?! hihi..”
“Hoo.. Kaga. Ini nih si Aria lama bener, katanya mo ngadep Bu Ria, bimbingan.. tapi jam segini blon dateng-dateng..”
“Lha, kan ada teknologi sms, Di ?”
“Hee,.. lg abis pulsa.”
“Nih, pake hp Lina.”
“Beneran ni,..”, ucapku sambil mengambil sodoran hp. Heh, jadi kaga ke ibu?Buruan gila..! -Adi-, isi sms terkirim ke Aria.
“Dah, makasih yah, Lin..”, ucapku mengembalikan hp miliknya.
“Eh, Di, ntar setengah empat anterin Lina ke gerbang depan lagi yah ?”
“Hari ni ngajar ? Ya dah, tapi ntar pinjem motor dulu ya.. ”
“Iyaah. Eh, ini dibalas Aria, jadi, aku dah di gerbang belakang.”
“Gerbang belakang ??, berarti satu kilo dari gerbang belakang,.. Haa..paling baru naik angkot tuh anak.”
“Hihi.. kok gitu ?”
“Iyah, biasanya gitu. Gara-gara keseringan bergaul ama orang politik tuh. Temenmu tuh Lin..”
“Yee..kan temen Adi juga. Satu TA lagi.”

Untuk sesaat percakapan menjadi hening. Read more »

Tak Tertulis Untukku (Repackage)

Posted in tak tertulis untukku with tags , , on July 1, 2009 by m teguh satria

Ini sebenarnya cerita lama. Gw bikin iseng-iseng sekitar 3 taon yang lalu di blog fs gw. Idenya gw ambil dari kejadian-kejadian yang dialami temen-temen seangkatan gw. Yaa.. sedikit banyak ada jg lah pengalaman-pengalaman gw masuk disitu.. :p Awalnya, gw tulis buat nyemangatin temen gw,.. namun belakangan gw sempet ga enak, karena ternyata kenyataan yg terjadi jauh berbeda…

Nah, sekarang-sekarang ini,.. gw liat temen gw dah mulai “hidup” lagi.. jadi gw pikir kayaknya menarik jg kalo diterusin. Bukan maksud bikin sakit hati atau apa, tp sepertinya seru juga bernostalgia. Setidaknya bisa bikin tersenyum. :D Ya sudah, simak aja.. ini ceritanya…

****************************************************************

Februari 2005. Awal semester baru di kampusku. Semester ini mungkin merupakan semester terakhir bagi sebagian besar teman seangkatanku. Tapi sepertinya tidak bagi ku. Tak terasa, hampir empat tahun sudah aku berada di kampus yang katanya kampus terbaik di negeri ini. Perasaan baru kemarin aku mengikuti masa orientasi studi mahasiswa baru atau biasa disebut OS. Hari-hari indah namun sekaligus cukup menyeramkan bila diingat-ingat lagi. Indah karena pada masa itu, aku menemukan lingkungan baru, teman-teman baru dengan karakter beraneka, dan sekaligus awal petualangan baru hidupku. Namun cukup menyeramkan karena push up kepal, merayap, lompat, lari, berguling, jadi menu rutin untuk hampir enam bulan. Tampang jutek senior dan wajah seram swasta (singkatan dari mahasiswa tingkat akhir, diatas senior) jadi sajian utama setiap pertemuan. Teriakan-teriakan, ”Adi !! lelet kamu !!” dari senior, selalu bikin kuping panas, namun kemudian celetukan swasta, ”Pecel kali,.. lelet..!”, bikin perut sakit nahan ketawa. Singkatnya OS indah untuk dikenang, tapi tidak untuk diulang. Tapi justru masa-masa itu yang membuat teman-teman seangkatan jadi lebih akrab. Bahkan keakraban tersebut banyak memunculkan kisah cinta yang cukup menarik untuk jadi tema diskusi. Mulai dari hubungan misterius Aria-Putri, ’cinta sebelah tangan’ Danang ke Dewi, hingga munculnya organisasi ilegal SFC yang berisi lelaki pengagum wanita kalem nan ayu bernama Sari. Parahnya, akulah salah satu penggagasnya, hehe..
Tidak benar-benar serius, hanya ide iseng dari sebuah obrolan para lelaki jomblo di angkatanku. Orang sepertiku tak pernah berani bermain-main dengan perasaan sendiri, takut kalau-kalau ntar malah sakit sendiri. Apalagi sejak SMA aku tak pernah punya record untuk urusan pacaran, alias ’jomblo ting-ting’, ampe sekarang, hehe.. Lha gimana mo punya pacar, kalo ngobrol ama cewe aja malu..! Yah, inilah aku, Adi Wibisono. Aku lebih tertarik pada romantisme hubungan komponen-komponen the giant calculator ketimbang mikirin cewe, pacar, dan cinta. Aneh mungkin, tapi aku tak pernah menganggap ini sebagai masalah serius yang harus buru-buru dicari solusinya. Aku percaya semua ada prosesnya, dan menurutku masa kuliah yang hampir empat tahun ini bagian dari proses itu. Meskipun tak berubah status (tetap jomblo, hee..), tapi setidaknya sekarang aku agak lebih pede ngobrol ama cewe. “Cewe-cewe..come to papa..”, dalam benakku, hehe..
Sekarang, teman-teman seangkatan tampak tak tertarik lagi dengan kisah-kisah di seputar angkatan. Mereka semua tengah berusaha keras untuk segera keluar dari kampus ini tepat pada waktunya. Aku sendiri,..mmm..aku juga ingin cepat lulus sebenarnya, tapi aku ingin ngelewatinya dengan santai. Lagian si Aria, partner Tugas Akhir ku, juga kayanya ga mau buru-buru karena masih sibuk dengan urusannya diluar kampus. Jadi, kalau bisa lulus tahun ini, luar biasa, tapi bila harus tahun depan juga tak jadi masalah. Toh, masih banyak yang bisa aku kerjakan disini.
”Duaaarrr !!”, suara lengking ni cewe bikin kaget dan sekaligus membuyarkan sederet lamunanku tadi. Dia adalah Lina, salah satu teman seangkatan.
”Heh, ngagetin.. Dari mana ?”, tanyaku.
”Hehe..Adi siy.. are gene ngelamun,.. Abis dari GKU Lama, kuliah. Ngapain siy ?, ngelamunin Lina yak ?! hihi..”
“Hoo.. Kaga. Ini nih si Aria lama bener, katanya mo ngadep Bu Ria, bimbingan.. tapi jam segini blon dateng-dateng..”

Februari 2005. Awal semester baru di kampusku. Semester ini mungkin merupakan semester terakhir bagi sebagian besar teman seangkatanku. Tapi sepertinya tidak bagi ku. Tak terasa, hampir empat tahun sudah aku berada di kampus yang katanya kampus terbaik di negeri ini. Perasaan baru kemarin aku mengikuti masa orientasi studi mahasiswa baru atau biasa disebut OS. Hari-hari indah namun sekaligus cukup menyeramkan bila diingat-ingat lagi. Indah karena pada masa itu, aku menemukan lingkungan baru, teman-teman baru dengan karakter beraneka, dan sekaligus awal petualangan baru hidupku.

Namun cukup menyeramkan karena push up kepal, merayap, lompat, lari, berguling, jadi menu rutin untuk hampir enam bulan. Tampang jutek senior dan wajah seram swasta (singkatan dari mahasiswa tingkat akhir, diatas senior) jadi sajian utama setiap pertemuan. Teriakan-teriakan, ”Adi !! lelet kamu !!” dari senior, selalu bikin kuping panas, namun kemudian celetukan swasta, ”Pecel kali,.. lelet..!”, bikin perut sakit nahan ketawa. Singkatnya OS indah untuk dikenang, tapi tidak untuk diulang.

Tapi justru masa-masa itu yang membuat teman-teman seangkatan jadi lebih akrab. Bahkan keakraban tersebut banyak memunculkan kisah cinta yang cukup menarik untuk jadi tema diskusi. Mulai dari hubungan misterius Aria-Putri, ’cinta sebelah tangan’ Danang ke Dewi, hingga munculnya organisasi ilegal SFC yang berisi lelaki pengagum wanita kalem nan ayu bernama Sari. Parahnya, akulah salah satu penggagasnya, hehe.. Read more »

jenuh..

Posted in langkah demi langkah with tags , , , on April 24, 2009 by m teguh satria

Jenuh. Sehari-hari duniaku cuma lab dan kamar. Saban hari yang diliat cuma paper-paper, proposal thesis, draft thesis, dan kompie. Eh, liat detik dan portal berita lainnya, isinya basa-basi politik mulu !

Liat-liat youtube, eh, jadi inget sebuah film yang sepertinya lumayan menarik (diliat dari trailernya). Jadi mikir kayaknya boleh juga nih, me”liar”kan pikiran sedikit. Eits, sante dulu, jangan ngeres.. hehe.

Dah pada tau film yang berjudul “cin(T)a” ? Sedikit info yang gw dapet dari milis IA-ITB, film ini merupakan film independen yang diproduksi Sembilan Matahari Film. Pemutaran perdana film ini akan ditayangkan di London, dan beberapa kota di UK. Lho, kenapa ga ditayangin di Indonesia dulu ?? ntar gw jelasin. Nah, karena kebetulan Sembilan Matahari Film diisi oleh mayoritas alumni ITB, mereka coba promosi film ini sembari mencari dukungan dari temen-temen alumni ITB lainnya.

Trus apa maksud lu me”liar”kan pikiran, Guh ?? Nah, ni film temanya mengangkat masalah cinta dan perbedaan suku, agama, dan ras. Ah, itukan biasa, Guh.. hmm, menurut gw sih, termasuk yang ga biasa. Kalau film biasa ni ya, yang jadi tema utama kan masalah cinta, lalu kemudian ada perbedaan-perbedaan yang jadi “sumber konflik” cerita, biasanya gitu kan ??

Tapi di film ini, kalau menurut gw (cuma ngliat trailer ama baca sinopsisnya yah..), justru kebalik, yang jadi tema utama justru perbedaan-perbedaan tersebut, dan kemudian cinta yang jadi “sumber konflik”-nya.

Kalau perbedaan suku atau ras yang diangkat, mungkin ga terlalu masalah. Tapi ketika perbedaan agama dan persepsi tentang Tuhan yang diangkat, ini yang menurut gw bakal mengundang kontroversi, khususnya bila ditayangkan di Indonesia. Sebab, untuk isu sensitif seperti ini, dibutuhkan kearifan dan kedewasaan berpikir untuk mencerna dan menangkap pesan keseluruhan dari film tersebut sebenarnya. Contohnya, ada beberapa dialog yang bernada protes, “Kenapa Allah nyiptain kita beda-beda, kalau Allah cuma ingin disembah dengan satu cara ?..” atau “Tuhan yang kami sebut dengan berbagai nama, yang kami sembah dengan berbagai cara,.. terima kasih atas berkat yang Kau berikan…”

Kalau gw make cara berpikir FPI, mungkin bioskop yang nanyangin ni film bakal gw geruduk habis-habisan, hehe. Sebaliknya, jika gw berpikir terlalu liberal, mungkin bisa jadi gw menolak agama, hehe. Jadi, bener-bener perlu kedewasaan dalam mencernanya, nah ini yang gw maksud dengan me”liar”kan pikiran,..hehe.

Menurut kru filmnya sih, ni film membawa pesan perdamaian ditengah-tengah konflik perbedaan yang terjadi di dunia. Tau’ dah, bener-bener nyampe ga pesannya, lha gw blon nonton.. :P Tapi jadi bener-bener pengen nonton.. :D

Oia, ni trailernya.

Synopsis :

Cin(t)a is a story of a love triangle between Cina, Annisa, and Tuhan (God).

Cina, an 18 year old freshman boy, is ready to conquer the world with his God, Jesus Christ, by his side. He believes that he was chosen to be the governor of Tapanuli, a province which he will form in the future. Cina fights with a strong faith, yet naïve, since it has never been tested by failure.

Annisa, a 24 year old senior whose education was held back because of her career as the brightest star in the Indonesian movie industry. She is so desperate to prove that she is not just another skin-deep beauty whose brain is not as adorable. Her fame and beauty leaves her so lonely that she believes only in the love of her family, a strong Javanese Moslem one.

Tuhan (God), the most unpredictable character. Everybody tries to describe him. Everybody thinks they know him. Every art tries to figure him. But nothing is really like him… or her.

Cina loves both God and Annisa.
Annisa loves both God and Cina.
God loves both Cina and Annisa
But Annisa and Cina cannot love each other
Because they call God by different names.

soliloquy..

Posted in langkah demi langkah on March 4, 2009 by m teguh satria

aku masih disini. duduk diam di depan kompie. bersama sahabat setia bernama kopi. tapi hanya ada kopi, kompie dan ragaku. sementara “aku”, melanglang jauh. menjelajahi bingkai-bingkai masa lalu karya sang waktu. aku tak tahu. aku tak tahu apa yang kucari. bukan penyesalan. bukan pula nostalgia. hah, nostalgia apa ?? semuanya biasa.

aku cuma bosan. aku cuma ingin menelusuri ruang-ruang dalam hidupku. tapi tak mungkin buatku membuka deretan ruang di depanku. bahkan untuk sekedar mengintip, “terlalu lancang !”, kata sang waktu. terpaksa. hanya ruang-ruang usang di belakang yang aku bisa.

mungkin aku terlalu penakut. aku takut dengan masa depan. tak pasti juga mengapa. mungkin karna ia sebuah rahasia. rahasia Sang Pencipta, dan sang waktu penjaganya. ah, lagi-lagi sang waktu. pengelana tangguh. penjaga dunia. akhir sang waktu berarti akhir dunia. termasuk duniaku. kemudian makhluk-makhluk sepertiku akan terbagi dua. efektif atau sia-sia. aku tak mau sia-sia. tapi ku juga tak yakin efektif itu bagaimana. tapi…

aha, itu dia. aku tak yakin. aku tak tahu masa depanku. semua orang juga tak tahu masa depannya bagaimana. tapi aku, mereka, kita, perlu untuk yakin. yakin pada diri sendiri. itu lebih tepatnya.

tapi dimana aku bisa menemukannya ? mungkin itu yang sedang aku lakukan saat ini. menelusuri ruang-ruang di belakang. mencari tau. bagaimana aku bisa yakin sampai pada keadaan sekarang. tapi sayang. tak ketemu. mungkin karena “sekarang” bukanlah cita-citaku dahulu.

ya sudah, aku terus saja.

ada satu ruang yang kerap aku kunjungi. sengaja atau tidak sengaja, aku sering terbawa kesini. aku sendiri tak mengerti. mungkin karna dulu aku terpaksa menutupnya. dipaksa persisnya. dan kemudian, penasaran yang menggiringku. berhari-hari. bertahun-tahun.

tiap kali tiba, aku hanya menatap dari jendela kacanya. ada satu nama di dalamnya. dan satu kisah sederhana. sederhana saja. terkadang, sesekali aku coba berdiri di depan pintunya. tapi tak pernah berani aku membukanya. ntahlah. tiap kali berada di depan pintu, hilang nyaliku.

aku paham. pertanyaannya, mau sampai kapan ? hhh… mungkin besok. barangkali bulan depan. mungkin juga tahun depan. ntahlah. aku sendiri tak tahu. tapi aku yakin. salah satu ruang di depan sana punya kisah yang sama. meski beda nama, tapi juga sederhana. sederhana saja.

eh, mungkin saja dengan nama yang sama. ah, tak mungkin. ntahlah. tak ada bocoran sama sekali. sang waktu tak pernah kompromi. dan sekarang ia menegurku, “dah masuk shubuh tu..!”

mmm..

Posted in langkah demi langkah on February 18, 2009 by m teguh satria

haduhh,.. ngos-ngosan dikejar deadline.. error masih bertebaran lagi… dammn !!

 

“Sometimes a scream is better than a thesis.”

~Ralph Waldo Emerson (American poet)~